Apa itu Penelitian Korelatif, Bagaimana Konsep dan Penggunanaanya

Apa itu penelitian korelatif sebenarnya sudah banyak dikenal orang. Namun tidak sedikit yang binung bagaimana konsep dan penerapannya dalam sebuah rencana penelitian. Metode penelitian korelatif bertujuan menemukan kecenderungan hubungan antar minimal dua variabel tanpa mencari hubungan sebab-akibat. Koefisien korelasi bukan menunjukkan presentasi hubungan maupun menunjukkan sebab-akibat, melainkan sekadar mencari kecenderungan saja.

Apa itu Penelitian Korelatif?

Apa itu Penelitian Korelatif, Konsep dan Penggunaanya?

Setelah sebelumnya sempat dijelaskan tentang apa itu penelitian kualitatif dan kuantitatif, kali ini kami paparkan penjelasan tentang jenis penelitian yang lain. Penelitian korelatif, tentang pengertian, konsep, serta aplikasinya dalam sebuah riset ilmiah.

Pengertian Penelitian Korelatif

Penelitian korelatif adalah sebuah jenis metode penelitian yang bertujuan menemukan kecenderungan hubungan antar minimal dua variabel. Jadi, bukan mencari seberapa besar hubungan sebab terhadap akibat, melainkan hanya untuk menemukan kecenderungannya.

Konsep dan Aplikasi Penelitian Korelatif

Untuk lebih memahami pengertian di atas, silakan Anda simak konsep metode korelatif beserta contoh penggunaannya dalam sebuah penelitian.

Hubungan Kecenderungan dalam Sebuah Masalah

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dalam penjelasan di atas, kami sajikan ilustrasi sebagai berikut.

Sebagai contoh, “Siswa yang makan pagi sebelum berangkat sekolah cenderung lebih pintar”, bukan berarti kegiatan sarapan menjamin membuat siswa menjadi pintar. Korelasi dicari bukan untuk membuktikan sebuah hubungan, melainkan hanya untuk memperoleh data sebaga bahan penelitian selanjutnya.

Hasil penelitian bisa dilanjutkan ke regresi, analisis jalur, eksperimen, dan sebagainya. Koefisien korelasi hanya menunjukkan angka di antara -1 hingga +1. Semakin dekat nilai koefisien korelasi terhadap nilai -1 maupun +1 menunjukkan semakin kuatnya korelasi antar variabel-variabel yang diteliti. Tanda + / – ini menunjukkan arah hubungan.

Terdapat dua istilah untuk menyatakan jumlah variabel yang digunakan dalam metode penelitian korelatif, yaitu:

  • Linear, apabila hanya ada satu variabel bebas dan satu variabel terikat.
  • Berganda, apabila terdapat lebih dari satu variabel bebas.

Beberapa kemungkinan hasil penghitungan koefisien korelasi sebagai berikut :

1. Korelasi Positif

Dikatakan nilainya positif apabila koefisien mendekati +1. Hal ini menunjukkan semakin tinggi variabel X, maka semakin tinggi variabel Y.

2. Korelasi Negatif

Dikatakan nilainya negatif apabila koefisien mendekati -1. Hal ini menunjukkan semakin tinggi variabel X, maka semakin rendah variabel Y.

3. Korelasi Signifikan (Kuat)

Korelasi ini berlaku apabila koefisien yang diperoleh mendekati nilai -1 atau +1 atau melebihi batas minimal (level of confidence) yang ditentukan oleh peneliti. Misalnya sebelum penelitian level of confidence ditetapkan peneliti pada nilai 0.7, maka apabila koefisien ditemukan pada nilai 0.8, berarti hubungan signifikan / kuat. Apabila arahnya positif, maka peningkatan pada variabel X hampir pasti diikuti peningkatan pada variabel Y. Apabila nilainya negatif, berarti apabila ada peningkatan pada variabel X, maka bisa dipastikan bahwa variabel Y akan turun

4. Korelasi Tidak Signifikan / Lemah

Korelasi ini berlaku apabila koefisien jauh dari nilai -1 atau +1 atau bahkan melebihi batas minimal (level of confidence) yang ditentukan oleh peneliti. Misalnya koefisien ditemukan pada -0.1 atau +0.1, padahal level of confidence ditetapkan pada 0.6, berarti ada sedikit hubugan positif / negatif antar dua variabel tetapi sangat tidak signifikan atau lemah.

Kesimpulan

Hasil penelitian korelatif dapat digunakan sebagai alat prediksi riset-riset selanjutnya. Namun hasil tersebut tidak menunjukkan angka riil output atau outcome pada variabel terikat. Misal seperti contoh diatas, ” Siswa yang makan pagi sebelum berangkat sekolah cenderung lebih pintar”. Koefisien korelasi tidak menyatakan angka berapa banyak makanan yang dimakan sehingga membuat nilai siswa meningkat 10% misalnya. Jadi benar-benar hanya bertujuan menunjukkan kecenderungan, dan menunjukkan adanya hubungan antar dua variabel.

Kontak Al-Ayaam Jasa Pembuatan Skripsi

Demikian penjelasan tentang apa itu penelitian korelatif beserta konsep dan penggunaannya di dalam penelitian. Jika Anda adalah peneliti yang sedang kesulitan bergelut dengan penelitian korelatif, silakan hubungi Al-Ayaam Semarang untuk mendapatkan jasa pembuatan karya tulis ilmiah berkualitas.