Jenis – Jenis Penelitian Skripsi dan Tesis, Tahapan, Validitas, Reliabilitas

Jenis – jenis penelitian skripsi dan tesis berikut perlu diketahui oleh mahasiswa S1 maupun mahasiswa pascasarjana sebelum menyusun skripsi dan tesis. Tujuannya, agar mempunyai pondasi yang kuat dalam menyusun tesis maupun skripsi sehingga tidak kehilangan arah karena memiliki pegangan yang kuat.

Sebelum kami memulai pengerjaan jasa pembuatan skripsi, kami selalu berdiskusi kepada pemesan untuk menentukan jenis penelitian mana yang akan dilakukan. Agar dapat menentukan metode penelitian dan alur pengerjaan skripsi maupun tesis yang jelas.

Jenis – Jenis Penelitian Skripsi dan Tesis

Pengertian Penelitian

Penelitian merupakan suatu usaha berupa pemikiran yang sistematis untuk memahami permasalahan melalui penyelidikan atau pengumpulan fakta secara hati-hati sehingga diperoleh solusi pemecahan masalah (Narbuko dan Abu, 2012). Penelitian digunakan sebagai sarana untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran dari suatu pengetahuan. Sistematika penelitian dilakukan dengan diawali pengumpulan informasi, pengolahan data, analisis dan penyimpulan data berdasarkan pendekatan secara ilmiah (Arifin, 2012).

Jenis – Jenis Penelitian Skripsi dan Tesis

Pengelompokkan jenis penelitian sangat beragam, salah satu yang umum digunakan adalah berdasarkan metode penelitian, dibagi menjadi (Widyananda, 2020):

1. Penelitian Kualitatif

Penelitian Kualitatif merupakan jenis penelitian yang merujuk pada kegiatan mengamati (bisa manusia, lingkungan hidup, ataupun interaksi yang terjadi (Wahyudi,2009). Penelitian kualitatif berdasarkan interaksi dan pengalaman sosial peneliti sebagai instrumen penelitian dengan variabel, narasumber, ataupun partisipan (Moleong, 2007). Tujuan adanya penelitian kualitatif yaitu menggambarkan atau mengungkapkan dan menjelaskan permasalahan (Sandu dan Ali, 2015). Biasanya pada penelitian kualitatif memiliki variasi yang kompleks dan alamiah. Karena peneliti sebagai instrumen penelitian yang berinteraksi langsung dengan subyek penelitian, maka penelitian jenis ini mengutamakan pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah.

2. Penelitian Kuantitatif

Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang didasari pada pengkajian suatu fenomena secara objektif dengan data – data kuantitatif berupa angka, pengolahan statistik, struktur percobaan terkontrol, survei dan kuesioner (angket) (Siyoto dan Ali, 2015). Penggunaan angka dalam penelitian kuantitatif diinterprestasikan dalam pengumpulan data, pengolahan, serta layout hasil, biasanya dalam bentuk gambar, tabel, grafik, atau tampilan lainnya. Penelitian ini memiliki pola yang terstruktur, sistematis, dan jelas. Biasanya penelitian ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori sebelumnya, dengan penarikan kesimpulan secara deduktif

3. Penelitian Pengembangan

Penelitian Pengembangan adalah jenis penelitian yang digunakan untuk menghasilkan, memvalidasi, menguji keefektifan dan mengevaluasi produk, program ataupun proses secara sistematis (Sugiyono, 2010; Setyosari, 2016).

Baca Juga: Apa itu Penelitian Korelatif, Bagaimana Konsep dan Penggunanaanya

Tahapan dalam Menyusun Penelitian

Tahapan yang perlu diperhatikan dalam melakukan dan menyusun penelitian diantaranya (Siyoto dan Ali, 2015):

1. Menyusun Permasalahan dan Teori Ilmiah Pendukung

Pada tahap awal penelitian, dilakukan perumusan masalah yang ingin dikaji. Sumber masalah dapat didapatkan baik melalui observasi permasalahan, kajian teori dan kepustakaan, masalah sosial, atau peluang kajian / riset mendalam suatu produk atau proses (Hadjar, 1996). Masalah kemudian dirumuskan dan dikelompokkan dalam jenis tertentu, sehingga nantinya akan diketahui jenis penelitian yang tepat untuk menjawab permasalahan, Adapun penggolongan masalah berdasarkan jenisnya yaitu (Sugiyono, 2012):

  • Masalah deksriptif, untuk mengkaji baik variabel mandiri (satu variabel) maupun hubungan antar variable terhadap hasil penelitian.
  • Masalah komparatif, untuk membandingkan kedua variabel pada waktu dan tempat yang sama ataupun berbeda.
  • Masalah asosiatif, untuk mengetahui hubungan atau katerkaitan kedua variabel pada waktu dan tempat yang sama ataupun berbeda, bisa berupa sebab dan akibat.

2. Menentukan Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan segala bentuk ataupun kondisi yang diamati, dikontrol, dan diperhatikan oleh peneliti, sebagai salah satu cara untuk menjaga validitas penelitian, tingkat keakuratan, dan permasalahan yang fokus (tidak terlalu meluas), beberapa jenis variabel yang perlu diperhatikan yaitu (Sanapiah, 2008):

  • Variabel Terikat / Tergantung, yaitu kondisi yang berubah dan terikat atau tergantung adanya perubahan variabel bebas, dimana biasanya variabel ini merupakan poin yang hendak dicapai atau sebagai hasil.
  • Variabel bebas, adalah kondisi atau perlakuan yang sengaja dimanipulasi atau ditentukan terlebih dahulu oleh peneliti. Variabel bebas berlaku seperti faktor / alasan yang menjelaskan hubungan fenomena subjek / objek yang dikaji.
  • Variabel kendali / Variabel tetap, merupakan  variabel yang membatasi (sebagai kendali)  sebagai kontrol terhadap variabel lain.

3. Membuat Hipotesis

Membuat hipotesis (dugaan) merupakan salah satu pendekatan ilmiah yang dapat dilakukan setelah mengkaji dan menelusuri kajian secara teoritis. Hipotesis pada penelitian kuantitatif dilakukan pada bagian awal penelitian, sebab penelitian kuantitatif bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012). Sedangkan pada penelitian kualitatif hipotesis dapat dilakukan maupun tidak dilakukan. Jika terdapat hipotesis, dapat ditemukan di tengah penggalian data, kemudian dibuktikan melalui pengumpulan data yang lebih mendalam. Pada penelitian pengembangan, hipotesis dapat berupa prediksi permintaan (demand) dan prospek pengembangan produk/ proses dalam rentang waktu tertentu.

4. Melakukan Pengumpulan dan Analisis Data

Teknik pengumpulan dan hasil data pada ketiga jenis penelitian berbeda – beda, adapun uraian pengumpulan dan hasil data sebagai berikut :

  • Pada penelitian Kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interaksi, dan wawancara narasumber. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan mulai penyusunan proposal, pengumpulan data hingga peneliti mendapatkan seluruh data (Sugiyono, 2010). Adapun hasil yang diperoleh berupa data primer yaitu data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek penelitian, dan data sekunder berupa dokumentasi foto, video, dan catatan (Moleong, 2007).
  • Pada penelitian Kuantitatif, pengumpulan data bisa menggunakan teknik sampling, random sampling, kuesioner (angket), instrumen penelitian, dan penelitian eksperimental. Adapun hasil yang diperoleh berupa angka – angka yang kemudian diolah secara statistika dan dimunculkan dalam bentuk presentase, tabel, grafik maupun gambar pada pengolahan hasil data.
  • Pada penelitian Pengembangan, sebelum melakukan pengumpulan dan analisa data, dilakukan pengembangan / produksi produk / proses tertentu, yang kemudian diujikan atau dicobakan pada partisipan / segmen tertentu, dan dilakukan secara berulang dengan penambahan/ revisi yang didapat sebagai bentuk analisa data dari uji lapangan produk sebelumnya, hingga didapat hasil yang diinginkan.

5. Kesimpulan Penelitian

Pada tahapan ini, telah didapatkan rangkuman dari hasil penelitian, rangkuman hasil penelitian tersebut dapat berupa menjawab permasalahan, revisi penelitian karena belum menjawab permasalahan, ataupun penelitian lebih lanjut karena dirasa masih belum menuntaskan permasalahan.

Baca juga: Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif

Validitas dan Reliabilitas

Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Reliabilitas merujuk pada konsistensi hasil dan stabilitas data dari instrumen penelitian. Validitas dan reliabilitas merupakan instrumen untuk mengevaluasi tingkat kepercayaan, ketelitian dan kualitas penelitian. Beberapa sudut pandang mengenai validitas dan reliabilitas dalam berbagai jenis penelitian yaitu :

1. Penelitian Kuantitatif (Yusup, 2018)

Pada penelitan Kuantitatif, validasi dilakukan secara internal dan eksternal. Validasi internal merujuk pada ketepatan desain, metode, rancangan penelitian. Validasi eksternal mengacu pada sejauh mana generalisasi hasil penelitian terhadap faktor di luar lingkup eksperimen. Validasi Instrumen dilakukan dengan validitas logis dan validitas empiris. Validitas logis merujuk pada hasil penelitian yang masuk akal dan validitas empiris merujuk pada keseluruhan data yang dapat ditampilkan. Instrumen dikatakan valid ketika hasil pengujian tepat dan tidak menyimpang. Instrumen dikatakan reliabel apabila data yang ditampilkan bisa dipercaya. Reliabilitas pada penelitian kuantitatif mengacu pada hasil pengujian yang sama / serupa baik dengan replikasi / pengulangan maupun kajian studi oleh peneliti yang berbeda.

2. Penelitian Kualitatif (Utsman, 2017)

Di dalam penelitian kualitatif, validitas dan reliabilitas dapat disamakan dengan kredibilitas, transferabilitas, dan dependabilitas. Kredibilitas penelitian kualitatif dipengaruhi oleh persepsi peneliti, dan paradigma penelitian yang dibangun. Pengujian validitas dan reliabilitas penelitian kualitatif dengan triangulasi, perpanjangan keikutsertaan, konsistensi pengamatan, pemeriksaan sejawat melalui diskusi, analisis kasus negatif, dan pengecekan angggota. Triangulasi dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu triangulasi beberapa metode, dan triangulasi beberapa sumber data dengan metode yang sama. Cara yang dilakukan untuk validasi penelitian kualitatif, diantaranya :

  1. Pengumpulan data penelitian kualitatif hingga jenuh, artinya data digali tuntas dan jawaban sampling koresponden sama
  2. Membandingkan data hasil observasi dengan wawancara
  3. Membandingkan informasi yang diperoleh di muka umum dan secara pribadi
  4. Membandingkan keadaan dalam perspektif orang yang berbeda
  5. Mengundang peneliti atau pengamat lain untuk mengecek kembali derajat kepercayaan data.

3. Penelitian Pengembangan

Pada dasarnya validitas dan reliabilitas pada penelitian pengembangan hampir sama dengan penelitian kuantitatif, yaitu menguji kualitas dari instrumen / alat ukur yang digunakan untuk meminimalisir kekeliruan dalam melakukan pengukuran. Salah satu pengujian validitas instrumen dilakukan dengan menghitung menggunakan teknik Korelasi Product Moment (Arikunto,2006: 196). Jika hasil dari rhitung > rtabel dengan taraf signifikan 5% akan dinyatakan valid.

Kontak Al-Ayaam Jasa Pembuatan Skripsi

Demikian pembahasan kami tentang jenis – jenis penelitian skripsi dan tesis. Semoga dapat membantu Anda memahami jenis penelitian yang sedang Anda kerjakan. Jika Anda membutuhkan bantuan jasa pembuatan tesis maupun skripsi, hubungi Al-Ayaam untuk mendapatkan pelayanan dari profesional kami.