Rumusan Masalah Tesis Skripsi: Pengertian dan Fungsinya

Rumusan masalah tesis skripsi sering menjadi problematika tersendiri bagi mahasiswa. Merumuskan masalah merupakan langkah awal dalam melakukan penelitian. Langkah ini sering dianggap enteng, padahal kualitas penelitian ke depan sangat ditentukan oleh kualitas atau bobot masalah yang berhasil dirumuskan penulis.

Rumusan Masalah Tesis Skripsi

Pengertian dan Jenis Rumusan Masalah Tesis Skripsi

Subagyo dalam buku Metode Penelitian dalam Teori dan Praktik menjelaskan ketentuan dalam membuat rumusan masalah, antara lain:

  • dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
  • dirumuskan dalam kalimat sederhana
  • rumusan masalah harus singkat, padat, dan tidak menimbulkan kerancuan dalam pengertian
  • mencerminkan keinginan penulis dalam melakukan penelitian
  • tidak mempersulit dalam pencarian data lapangan
  • rumusan masalah dapat dipakai sebagai rumusan hipotesis
  • rumusan masalah dapat direfleksikan ke dalam judul.

Purnomo Setiady Akbar, M.Pd dan Dr. Husaini Usman, M.Pd. menjelaskan bahwa rumusan masalah merupakan sebuah bentuk pertanyaan penelitian yang spesifik yang memerlukan sebuah jawaban yang diperoleh melalui penelitian. Akbar dan Usman lebih lanjut menjelaskan bahwa terdapat tiga bentuk rumusan masalah, yaitu deskriptif, komparatif, dan asosiatif.

1. Rumusan masalah deskriptif

Rumusan masalah deskriptif menanyakan keberadaan variabel mandiri, baik untuk satu variabel maupun untuk lebih dari satu variabel. Dalam rumusan masalah deskriptif penulis tidak perlu membandingkan sampel serta tidak perlu mencari hubungan variabel-variabel lain. Singkatnya, rumusan masalah deskriptif adalah masalah yang dideskripsikan dari hasil perolehan data peneliti. Masalah biasanya diuraikan dalam bentuk bentuk tabel, diagram, maupun grafik sehingga lebih memudahkan pembaca dalam memahami hasil penelitian.

2. Rumusan masalah komparatif

Komparatif memiliki makna perbandingan, artinya membandingkan variabel dalam penelitian atau data yang diperoleh peneliti untuk merumuskan masalah. Yang dimaksud rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah berfokus membandingkan satu atau lebih variabel dengan variabel lain yang berbeda dalam hal metode atau perlakuan dalam penelitian.

Artikel terkait: Pengertian Penelitian Komparatif

3. Rumusan masalah asosiatif

Asosiatif bermakna menghubungkan, mengaitkan, atau mempertanyakan sebuah gejala dalam data yang diperoleh peneliti. Jadi, rumusan masalah asosiatif adalah sebuah metode merumuskan masalah penelitian dengan cara mempertanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam rumusan masalah asosiatif dikenal tiga macam hubungan, yaitu hubungan simetris, hubungan kausal, dan hubungan interaktif/timbal balik. Hubungan simetris terjadi apabila terdapat dua variabel atau lebih yang muncul secara bersamaan. Hubungan kausal timbul akibat adanya sebab akibat yang terjadi pada variabel bebas variabel terikat.

Fungsi Rumusan Masalah Tesis Skripsi

Rumusan masalah merupakan penjelasan mengenai apa yang akan kita teliti, seperti mengapa dan bagaimana sebuah masalah diteliti. Lebih rinci, Nazir menjelaskan pentingnya peneliti untuk merumuskan masalah, antara lain:

  • Masalah merupakan pondasi sebuah penelitian, dasar/sebab penelitian tersebut diadakan
  • Rumusan masalah yang kuat dapat menjadi pedoman penelitian, sehingga dalam pelaksanaan penelitian rumusan masalah dapat berkembang
  • Rumusan masalah dapat menjadi batasan dari pencarian data, data mana yang perlu dicari dan data mana yang tidak perlu
  • Rumusan masalah dapat mempermudah dalam menentukan populasi dan sampel penelitian yang tepat
Hubungi Jasa Skripsi dan Jurnal

Demikian pembahasan tentang rumusan masalah tesis skripsi yang meliputi pengertian dan fungsi rumusan masalah dalam penelitian. Semoga dapat membantu Anda dalam merumuskan masalah. Jika masih mengalami kesulitan silakan hubungi admin untuk mendapatkan bantuan jasa penulisan karya ilmiah dengan dasar masalah yang berbobot, berkualitas, dan menarik untuk diteliti.